Sebelum berintegrasi, Yogyakarta sudah istimewa. Lalu ia menjadi ibu yang menyusui Indonesia yang baru lahir. Kini, Yogyakarta pun memiliki prestasi yang membanggakan serta terukur.
Siang itu, seperti biasa, Sunardi tampak gagah berdiri di selasar Keraton dengan surjan lurik berwarna hitam biru tua, serta blangkon bermondolan. Wajahnya menyiratkan kebanggaan serta sebersit senyum keramahan khas Yogyakarta. “Saya ini dulu tinggal di Tangerang, tetapi karena saya jatuh cinta dan merasa terpanggil, maka saya meninggalkan Tangerang dan mengabdi kepada Keraton Yogya ini,” ujarnya sambil tersenyum.